Kamis, 31 Desember 2015

Tugas 2 : Ringkasan Jurnal

Tugas 2 : Ringkasan Jurnal

Penilaian Daur Hidup (Life Cycle Assessment) Botol PET (Polyethylena Terephalate) Pada Produk Minuman

Penulis                 : Mohamad Yani, Endang Warsiki, dan Noviana Wulandari
Tanggal Terbit     : Agustus 2013

Latar Belakang :
Pemakaian pada kemasan PET (Polyethylena Terephalate) pada produk – produk minuman semakin meningkat dan mengurangi pemakaian kemasan botol kaca, maka dibutuhkan suatu riset untuk mempelajari Life Cycle Assesment (Penilaian Daur Hidup) pada kemasan PET. Daur hidup pada kemasan botol PET di Indonesia sangat belum sempurna. Riset pada jurnal ini mengambil sasaran pada suatu  produk minuman teh yang biasanya hanya menggunakan kemasan botol gelas dan botol kaca sekarang sudah memakai kemasan PET. Data yang digunakan pada penelitian ini meliputi; 1) proses produksi dan daur ulang botol, 2) kebutuhan bahan baku dan energi, 3) pencemaran udara, 4) pencemaran air, dan 5) kebutuhan biaya. Pengolahan data LCA yang dilakukan penulis jurnal mengacu pada ISO 14040 dan analisis dampak lingkungan (AMDAL).

Hasil dan Pembahasan :
Pada Life Cycle Assessment (LCA) atau Penilaian Daur Hidup terdapat riset mengenai proses produksi, bahan bahan, dampak pada lingkungan, dan analisis biaya. Siklus hidup proses produksi kemasan botol PET di Indonesia terdiri atas tiga kelompok yaitu ; produsen kemasan botol PET, pabrik pengguna kemasan (perusahan minuman teh), jaringan daur-ulang kemasan botol PET untuk bahan baku industri plastik lain karena produsen kemasan botol PET ternyata tidak membutuhkan lagi kemasan PET yang telah terpakai. Pada penjelasan jurnal ini ternyata ketiga kelompok tersebut bersifat searah dan belum menjadi siklus yang utuh  atau tidak melingkar (un-cycle), kemasan PET yang telah terpakai tidak di daur ulang kembali menjadi kemasan PET, melainkan menjadi kemasan plastik lain. Berdasarkan analisis inventori atau bahan siklus hidup PET, dalam pembuatan botol PET untuk minuman teh 600mL, diperlukan resin PET adalah 28g/botol, dan energi untuk proses produksi dan transportasi. Produksi kemasan PET menghasilkan produk cacat. Proses daur-ulang limbah PET menjadi serpihan dengan harga jual yang cukup tinggi dibandingkan gelas. Serpihan ini belum didaur-ulang menjadi bahan pencampur produksi kemasan botol PET, tetapi dimanfaatkan untuk produk plastik atau dibakar sebagai bahan bakar. Analsis dampak lingkungan dari siklus produksi kemasan PET menghasilkan cemaran udara, kebisingan dan air limbah yang masih baik. Secara umum, sebenarnya kegiatan tersebut berdampak negatif, tetapi tidak membahayakan lingkungan. Kegiatan siklus kemasan PET berpotensi menimbulkan pemanasan global, penipisan lapisan ozon, dan hujan asam. Analisis biaya produksi berkaitan dengan penggunaan jumlah bahan baku dan energi, sehingga menentuan harga jual produk. Harga jual kemasan botol PET adalah setengah dari harga jual botol gelas, sedangkan harga jual limbah serpihan PET tiga kali lebih tinggi dari pada pecahan gelas. Kemasan PET lebih praktis, murah dan hemat tetapi sulit didaur-ulang, sehingga kurang ramah lingkungan.

Peluang Penelitian Selanjutnya :
Data LCA ini masih merupakan data kualitatif, khususnya analisis dampak lingkungan. Kajian analisis dampak lingkungan fisik, kimia, biologi dan sosial-ekonomi perlu dilakukan untuk melihat lebih jauh dampak lingkungan dari LCA kemasan botol PET.

Link Jurnal :
http://ojs.unud.ac.id/index.php/blje/article/view/6647/5080





Rabu, 30 Desember 2015

Tugas 1 : Artikel - Pengelolaan Dampak Industri

Tugas 1 : Artikel

Pengelolaan Dampak Industri



Pada dunia perindustrian, pasti terjadi dampak – dampak yang mempengaruhi lingkungannya. Baik itu berupa limbah hasil industri, maupun kerusakan alam akibat pelaksanaan industri. Hal terbaik yang dilakukan agar mengurangi dampak dampak pada lingkungan adalah dengan mengelola kembali dampak industri tersebut.

Pertama yaitu pada industri pabrik, akan terjadi dampak Industri seperti adanya limbah hasil industri. Untuk mengurangi limbah pabrik Industri dan terjadinya pencemaran pada lingkungan. Limbah tersebut sebaiknya dikelola dan jika masih terdapat energi, limbah tersebut dapat digunakan kembali. Energi tersebut dipakai untuk mengurangi ketergantungan kita pada penggunaan bahan bakar minyak yang tidak dapat terbarukan. Energi yang dapat terbarukan ini disebut biomassa.

Gambar 2. Biomassa

Briket Bioarang misalnya, Briket adalah sebuah blok bahan yang dapat digunakan sebagai bahan bakar untuk memulai atau mempertahankan nyala api. Sedangkan bioarang adalah arang yang diperoleh dengan membakar tanpa udara (pirolisa) atau dengan udara yang sedikit. Bioarang ini terbentuk dari biomassa seperti dedaunan, rerantingan, gulma, dan abu ketel. Jadi briket bioarang ini dapat digunakan kembali sebagai bahan bakar biomassa pengganti BBM.

Gambar 2. Briket Bioarang

Pada penelitian atau Jurnal oleh Samsudin Raharjo, seorang Dosen S1 Teknik Mesin UNIMUS, yang berjudul “Pembuatan Briket Bioarang Dari Limbah Abu Ketel, Jarak, dan Gliserin” pada Tahun 2013. Limbah Abu Ketel adalah limbah yang dihasilkan melalui pembakaran ampas tebu pada industri pabrik gula, sisa limbah abu ketel ini berupa partikel partikel debu yang sangat banyak sekali dikhawatirkan akan berpengaruh membawa dampak negative bagi warga masyarakat sekitar (Samsudi Raharjo, 2013).

Gambar 3. Abu Ketel yang akan dijadikan Briket Bioarang

Pada penelitian ini contoh pengelolaan dampak industri terjadi, abu ketel yang berupa limbah yang berbahaya bagi masyarakat dapat dipakai kembali sebagai bahan pembuatan briket bioarang, abu ketel ini dicampur dengan jarak pagar atau gliserin dengan kadar tertentu agar dapat menjadi sebuah briket bioarang yaitu bahan bakar biomassa untuk menggantikan bahan bakar minyak.

Kedua yaitu kerusakan alam akibat pelaksanaan Industri. Manusia tidak dapat dipisahkan dari lingkungannya, baik lingkungan alam maupun lingkungan social. Jika pada suatu lingkungan terdapat aktifitas industri maka aktifitas tersebut akan mengakibatkan kerusakan alam disekitarnya dan akan berdampak juga kepada masyarakat disekitarnya. Maka sangat diperlukan agar dampak industri tersebut dikelola dengan baik dengan sedemikian rupa untuk menjadikan lingkungan disekitarnya baik kembali.

Contoh kerusakan alam akibat pelaksanaan Industri adalah Penambangan Batu Kapur. Batu kapur merupakan salah satu jenis bahan galian golongan C yang banyak digunakan dalam proses industri maupun bangunan (I Gede Algunadi). Penambangan batu kapur membawa dampak positif yaitu penduduk sekitar dapat mengurangi pemanfaatan pasir sehingga tidak terjadi abrasi lebih lanjut dan batu kapur ini dijadikan penduduk sebagai batako dan melapisi dinding.

Gambar 4. Kerusakan Alam Akibat Penambangan Batu Kapur

Penambangan ini, jika tidak dikelola dengan baik maka terjadi dampak negative. Contohnya, terbentuknya lereng – lereng terjal yang sangat membahayakan, polusi udara, banyak lahan terbuka dan tanah yang menjadi berdebu dan berpasir. Penambangan tersebut juga dapat menghilangkan vegetasi dan mengupas tanah agar membuka deposit batu kapur.

Solusi yang dapat diberikan dengan mengelola kembali dampak industri tersebut adalah dengan memperbaiki kerusakan lingkungan abiotic yang ditimbulkan. Dengan cara reklamasi yaitu penimbunan bekas tambang,  dan perbaikan kembali kondisi lapisan atas tanah agar tidak tererosi, misalnya dengan penanaman tumbuhan kembali.

Dari kedua contoh dampak industri diatas sudah dipastikan terdapat cara untuk memperbaiki dampak dampak tersebut dengan mengelolanya sedemikian rupa agar menghasilkan dampak yang baik. Maka dari itu marilah kita sebagai penduduk bumi untuk mengelola hasil dampak industri yang terjadi di sekitar kita dengan baik dan memberikan pengaruh yang baik pula terhadap lingkungan alam sekitar.


Author :
Muhammad Fawwaz Putro Utomo



Daftar Pustaka

Algunadi, I Gede. Analisis Dampak Penambangan Batu Kapur Terhadap Lingkungan di Kecamatan Nusa Penida. Undiksha Singaraja. http://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/JJPG/article/view/1226
Raharjo, Samsudi. 2013. Pembuatan Briket Bioarang Dari Limbah Abu Ketel, Jarak, dan Gliserin. http://jurnal.unimus.ac.id/index.php/jtm/article/view/758



Sabtu, 26 Desember 2015

BAB 4 : Polusi Udara

BAB 4 : Polusi Udara

Komposisi Udara

PENDAHULUAN

Diperkirakan orang tanpa makan dapat bertahan 5 minggu,tanpa air dapat bertahan 5 hari, tanpa udara hanya mampu bertahan 5 menit.

Pernyataan di atas merupakan suatu pernyataan yang mengingatkan kita betapa pentingnya udara, bukan sekedar udara biasa, tapi udarabersih yang memiliki fungsi sebagai pendukung kehidupan, baik manusia, hewan ataupun tumbuhan.

Apa itu Udara?


Udara dalam istilah meteorologi disebut juga atmosfir yang berada di sekeliling bumi yang fungsinya sangat penting bagi kehidupan di dunia ini

Sebagian besar atmosfer terdiri dari gas nitrogen (78%) dan oksigen (21%). Sisanya (1%) terdiri atas gas argon, karbondioksida, hidrogen, neon, helium, metana, kripton, xenon, dan gas-gas lain yang jumlahnya sedikit sekali. Meskipun jumlahnya sedikit, tetapi keberadaannya sangat penting.

ATMOSFER berasal dari kata atmos (gas atau uap air) dan sphaira (lapisan atau bola). Atmosfer adalah lapisan udara yang terdiri atas berbagai campuran gas yang mengelilingi planet bumi. Ketinggian atmosfer atau batas atas sekitar 1000 km dari permukaan air laut. Semakin ke atas, kerapatan udara semakin kecil. Karena udara semakin dingin.

Manfaat ATMOSFER
Menjaga temperatur bumi sehingga tetap hangat.
Melindungi bumi dari jatuhan benda-benda luar angkasa.
Menahan radiasi matahari. Sinar matahari yang sampai di bumi akan melewati lapisan ozon. Lapisan ozon berfungsi mengurangi radiasi sinar matahari
Atmosfer berperan sebagai sumber gas – gas penting yang digunakan dalam proses kehidupan makhluk hidup di bumi. Seperti Oksigen
Mempunyai berat (56 x 1014 ton) dan dapat memberikan tekanan. 99% dari beratnya berada sampai ketinggian 30 km, dan separuhnya berada di bawah 6000 m.

Komposisi Udara


dari gambar di atas kita dapat melihat bahwa zat yang terdapat dalam udara tidak seperti yang kita ketahui yaitu oksigen saja, ternyata kandungan zat yang paling banyak adalah nitrogen sebesar 78%, Oksigen 21%, Argon 0,9%, karbondioksida 0,03%, dan lainnya 0,07%. zat yang jumlahnya hanya sedikit tersebut walau hanya sedikit tetapi sangat berpengaruh terhadap udara yang kita hirup sehari hari.


di bawah ini akan menjelaskan tentang kamposisi udara itu sendiri dan kegunaan dalam kehidupan kita

1. NITROGEN


Gas nitrogen merupakan gas inert, artinya gas yang sangat stabil dan sulit bereaksi. Gas tanpa warna, tanpa bau, tanpa rasa, dan merupakan gas diatomik bukan logam yang stabil, sangat sulit bereaksi dengan unsur atau senyawa lainnya.
Nitrogen mengisi 78,08 persen atmosfer Bumi dan terdapat dalam banyak jaringan hidup. Zat lemas membentuk banyak senyawa penting seperti asam amino, amoniak, asam nitrat, dan sianida.

Nitrogen merupakan elemen penting bagi kehidupan karena merupakan salah satu penyusun DNA, dan dengan demikian merupakan bagian dari kode genetik.

Molekul nitrogen terjadi terutama di udara. Dalam air dan tanah, nitrogen ditemukan pada senyawa nitrat dan nitrit.

Semua zat ini adalah bagian dari siklus nitrogen sehingga semua saling berhubungan.

Manusia telah mengubah keseimbangan nitrat dan nitrit alami terutama karena penggunaan pupuk yang mengandung nitrat.

Nitrogen dihasilkan oleh berbagai industri sehingga meningkatkan kadar nitrat dan nitrit dalam tanah dan air. Berikut gambar dari siklus nitrogen



Kegunaan Nitrogen

Penggunaan komersial terbesar nitrogen adalah sebagai komponen dalam pembuatan amonia yang kemudian digunakan sebagai pupuk dan untuk memproduksi asam nitrat.

Nitrogen cair digunakan sebagai refrigerant >Pembekuan produk makanan, untuk mengawetkan sel reproduksi (sperma dan sel telur), dan untuk penyimpanan sampel biologis.



Senyawa organik nitrasi, seperti nitro-gliserin dan trinitrotoluene, lazim digunakan sebagai bahan peledak.




Karena bersifat inert pula, itulah sebabnya, ketika bernapas, gas nitrogen ikut keluar masuk paru-paru tanpa mengalami perubahan apa-apa.

Gas nitrogen sering digunakan dalam ruangan tempat menyimpan bahan-bahan yang mudah terbakar atau meledak. Selain itu, gas nitrogen juga banyak digunakan untuk mengisi bohlam agar filamen bohlam tidak terbakar.

Dalam industri, gas nitrogen digunakan sebagai bahan baku pupuk, obat-obatan, zat pewarna, dan bahan peledak.

Manfaat Unsur Nitrogen

Efek Nitrogen Dalam Kesehatan



  • Reaksi dengan hemoglobin dalam darah menyebabkan daya dukung oksigen darah menurun (nitrit).
  • Penurunan fungsi kelenjar tiroid (nitrat).
  • Kekurangan vitamin A (nitrat).
  • Membentuk nitro amina, yang dikenal sebagai salah satu penyebab paling umum kanker (nitrat dan nitrit)



2. OKSIGEN



Gas oksigen merupakan gas sangat reaktif, artinya gas yang sangat mudah bereaksi dengan zat lain.
Reaksi oksigen dengan zat lain disebut oksidasi. Helium, neon, argon, dan krypton tidak dapat bereaksi dengan oksigen
Oksidasi yang berlangsung lambat menimbulkan pelapukan batu-batuan dan perkaratan pada logam.
Pada manusia oksidasi terjadi pada saat pembakaran zat-zat makanan.

Pada Temperatur dan tekanan standar, dua atom unsur ini berikatan menjadi dioksigen, yaitu senyawa gas diatomik dengan rumus O2 yang tidak berwarna, tidak berasa, dan tidak berbau.
Gas oksigen biasanya terdapat dalam bentuk molekul diatomik, O2, tetapi ada juga dalam bentuk triatomik, O3, bernama ozon.
Hampir semua unsur kimia, selain gas mulia, berikatan dengan oksigen untuk membentuk berbagai senyawa.



Oksigen dalam dunia Industri

  • Peleburan, pemurnian, dan pembuatan baja, dan logam lainnya 
  • Pembuatan bahan kimia dengan oksidasi terkontrol, 
  • Propulsi roket, 
  • Penopang hidup medis dan biologi
  • Pertambangan serta produksi kaca

dalam hal ini oksigen yang digunakan dalam bentuk cair



3. ARGON



Argon adalah gas mulia ketiga dan berkontribusi pada sekitar 1% atmosfer bumi.

Argon memiliki kelarutan mirip oksigen dan sekitar 2,5 kali lebih mudah larut dalam air dari nitrogen.

Unsur kimia inert ini tidak berwarna dan tidak berbau baik dalam bentuk cair dan gas. Argon biasanya diperoleh melalui fraksinasi udara cair.

Kegunaan ARGON

Argon tidak bereaksi dengan filamen bola lampu bahkan pada suhu tinggi, sehingga digunakan sebagai gas pengisi bola lampu.

Argon juga memiliki nilai penting bagi industri logam dan digunakan sebagai perisai gas inert dalam arc welding dan pemotongan logam.

Image result for welding

          Saat welding, kita biasanya akan melihat bunga-bunga api bermunculan yang berasal dari daya listrik. Argon berperan penting pada proses ini karena dimanfaatkan untuk melindungi kita dari cipratan bunga api yang dihasilkan dari proses mengelas. Prinsip kerjanya sama dengan penggunaan argon pada bola lampu, yaitu memanfaatkan sifat dasar argon yang tidak beraksi terhadap panas

4. KARBONDIOKSIDA


adalah sejenis senyawa kimia yang terdiri dari dua atom oksigen yang terikat secara kovalen dengan sebuah atom karbon.

Ia berbentuk gas pada keadaan temperatur dan tekanan standar dan hadir di atmosfer bumi.

Karbondioksida dihasilkan oleh pernapasan makhluk hidup, letusan gunung merapi, dan pembakaran bahan bakar minyak.  Gas karbondioksida sangat diperlukan untuk proses fotosintesis tumbuhan hijau.

SIKLUS KARBONDIOKSIDA




Manusia telah meningkatkan jumlah karbondioksida yang dilepas ke atmosfer ketika mereka membakar bahan bakar fosil, limbah padat, dan kayu untuk menghangatkan bangunan, menggerakkan kendaraan dan menghasilkan listrik.

Pada saat yang sama, jumlah pepohonan yang mampu menyerap karbondioksida semakin berkurang akibat perambahan hutan untuk diambil kayunya maupun untuk perluasan lahan pertanian.

Walaupun lautan dan proses alam lainnya mampu mengurangi karbondioksida di atmosfer, aktivitas manusia yang melepaskan karbondioksida ke udara jauh lebih cepat dari kemampuan alam untuk menguranginya.

Efek kesehatan pada Karbondioksida

Jumat, 25 Desember 2015

BAB 3 : Pencemaran Air

BAB 3 : Pencemaran Air

PENCEMARAN AIR DAN SIFAT AIR TERCEMAR

A. Pencemaran Air




Pencemaran air adalah masuknya zat yang menyebabkan kualitas air menurun ke tingkat tertentu sehingga air tidak dapat berfungsi sesuai dengan peruntukkannya. Menurut data dari WHO 3,4 juta kematian prematur setiap tahun dari penyakit yang ditularkan melalui air diantaranya sebanyak 1,9 juta melaui penyakit diare. berikut ini adalah contoh sumber pencemaran air yaitu:

  • Limbah Industri
  • Limbah Domestik
  • Kebocoran Kapal Tangker
  • Peracunan Ikan


Akibat dari pencemaran air, maka akan timbul suatu masalah baru seperti racun, radiokatif dan panas dapat membunuh biota air dan polutan yang banyak menggunakan O2 membuat air menjadi keruh dan bau busuk. Logam seperti Hg Pb Ni dapat merusak organ tubuh manusia dan menimbulkan kanker. Bila manusia mengkonsumsi air tercemar bisa sakit atau meninggal dunia. Berikut ini adalah jenis-jenis zat pencemaran air diantaranya:

1. Zat Pengikat Oksigen
Mikrooganisme dari sisa makanan, pembuangan kotoran, limpasan pertanian, dan pabrik kertas yang dapat mengikat oksigen di dalam air. Contohnya dari pupuk kandang dan residu tumbuhan.

2. Zat Radioaktif
Sisa zat radioaktif bisa saja terdapat pada air. Misalkan, yang bersumber dari pembangkit listrik, produksi senjata, sumber alamiah, penambangan dan pengelolaan mineral. Contohnya dari thorium, uranium, cesium, iodine dan radon. Zat radioaktif ini dapat menimbulkan gangguan pembelahan sel, dan kerusakan sel tubuh.

3. Zat Organik
Memiliki toksisitas yang tinggi dan sangat bahaya apabila air tercemar zat organik. Sumber zat organik bisa berasal dari pertanian, industri dan pertanian. Contohnya dari pestisida, plastik minyak, bensin dan deterjen.

4. Zat Anorganik
Senyawa logam (Ni, Pb, Hg) tercemar sedikit dalam air sudah berbahaya. Bisa mengubah nilai pH air. Sumber zat anorganik ini bisa berasal dari air limbah industri, bahan pembersih rumah tangga dan air limpahan. Contohnya dari asam, basa dan logam.

5. Sedimen
Sumber pencemaran ini bisa melalui erosi daratan dan banjir. Tanah dan pasir atau lumpur pada air menimbulkan kekeruhan yang dapat mengganggu proses fotosintesis dalam air.

6. Energi Panas
Pembuangan limbah yang mengandung panas dapat menaikan suhu. Air panas menghambat masuknya O2. Sumber pencemaran ini bisa terjadi pada pembangkit listrik dan air pendingin industri, contohnya panas.

7. Unsur Hara dan Nutrisi
Bersumber dari pupuk pertanian, pembuangan limbah dan pupuk. Menimbukan bau pada air dan tumbuh bakteri dan ganggang, contohnya nitrat, fosfat dan amonium.


B. Sifat Air Tercemar


Sifat air tercemar dibagi menjadi beberapa bagian yaitu:

1. pH
Kondisi normal : 6 – 8
Tercemar : alkalinitas : > 8 (kapur)
Keasaman : < 6 (zat zat organik)
Alat : kertas indikator pH dan alat pH meter

2. Suhu
Adanya perubahan suhu air. Air yang panas apabila langsung dibuang ke lingkungan akan mengganggu kehidupan hewan air dan mikroorganisme lainnya. Air dari hasil pendinginan mesin pabrik (panas dari mesin).
Alat : termometer

3. Warna, Bau dan Rasa
Warna: Air yang jernih belum tentu tidak beracun. Zat berbahaya tidak menimbulkan warna jika larut dalam air
Bau: Apabila air berbau sudah dipastikan air tersebut tercemar.
Rasa: Bila air berasa terjadi penambahan zat dalam air dan mengubah nilai pH air.

4. Jumlah Padatan
TDS dan TSS besar akan mempengaruh proses Fotosintesis, sehingga O2 terlarut sedikit.

5. COD
singkatan dari Chemical Oxygen Demand, atau kebutuhan oksigen kimia untuk reaksi oksidasi terhadap bahan buangan di dalam air.

6. Kandungan Minyak
Adanya kandungan minyak pada air akan menghalangi sinar matahari untuk proses Fotosintesis

7. Kandungan Logam Berat
Adanya logam berat di perairan, berbahaya baik secara langsung terhadap kehidupan organisme, maupun efeknya secara tidak langsung terhadap kesehatan manusia.

8. Kandunan Bahan Radioaktif
Meningkatnya radioaktivitas air lingkungan. Zat radioaktif dari berbagai kegiatan dapat menyebabkan berbagai macam kerusakan biologis apabila tidak ditangani dengan benar, baik efek langsung maupun efek tertunda.

C. Cara Mencegah Pencemaran Air

Image result for cara mencegah pencemaran air
Tidak membuang sampah organik maupun an organik ke air.
Memakai deterjen yang ramah lingkungan.
Tidak membuang limbah industri atau rumah tangga langsung   ke air,melainkan dibuat dulu bak – bak penampungan.
Tidak memakai racun atau listrik untuk menangkap ikan.
Memakai pupuk dan insektisida tepat guna dan tepat dosis

BAB 2 : Pemanasan Global

BAB 2 : Pemanasan Global



Pemanasan Global atau Global Warming adalah adanya proses peningkatan suhu rata-rata atmosfer, laut dan daratan bumi. Pemanasan global ini  penyebab terbesarnya adalah efek rumah kaca. Dimana efek rumah kaca artinya kondisi ketika panas dibumi tidak bisa keluar.


Dampak Pemanasan Global Terhadap Pertanian

Perubahan iklim juga berdampak pada perubahan musim tanam (pola tanam), irigasi, ketersediaan air yang berpengaruh pada sektor pertanian. Orang mungkin beranggapan bahwa Bumi yang hangat akan menghasilkan lebih banyak makanan dari sebelumnya, tetapi hal ini sebenarnya tidak sama di beberapa tempat. Bagian Selatan Kanada, sebagai contoh, mungkin akan mendapat keuntungan dari lebih tingginya curah hujan dan lebih lamanya masa tanam.

Di lain pihak, lahan pertanian tropis semi kering di beberapa bagian Afrika mungkin tidak dapat tumbuh. Daerah pertanian gurun yang menggunakan air irigasi dari gunung-gunung yang jauh dapat menderita jika snowpack (kumpulan salju) musim dingin, yang berfungsi sebagai reservoir alami, akan mencair sebelum puncak bulan-bulan masa tanam. Tanaman pangan dan hutan dapat mengalami serangan serangga dan penyakit yang lebih hebat.

Hewan dan tumbuhan menjadi makhluk hidup yang sulit menghindar dari efek pemanasan ini karena sebagian besar lahan telah dikuasai manusia. Dalam pemanasan global, hewan cenderung untuk bermigrasi ke arah kutub atau ke atas pegunungan. Tumbuhan akan mengubah arah pertumbuhannya, mencari daerah baru karena habitat lamanya menjadi terlalu hangat. Akan tetapi, pembangunan manusia akan menghalangi perpindahan ini. Spesies-spesies yang bermigrasi ke utara atau selatan yang terhalangi oleh kota-kota atau lahan-lahan pertanian mungkin akan mati. Beberapa tipe spesies yang tidak mampu secara cepat berpindah menuju kutub mungkin juga akan musnah.

Beberapa tahun terakhir ini, terjadi perubahan iklim dan telah dirasakan berdampaknya pada pertanian, ketahanan pangan, kesehatan manusia, dan permukiman, termasuk sumber daya air dan keanekaragaman hayati.

Pemanasan global mengakibatkan dampak yang luas dan serius bagi lingkungan bio-geofisik (seperti pelelehan es di kutub, kenaikan muka air laut, perluasan gurun pasir, peningkatan hujan dan banjir, perubahan iklim, punahnya flora dan fauna tertentu, migrasi fauna dan hama penyakit, dsb).

Dampak Pemanasan Global


Pemanasan global memicu terjadinya sejumlah konsekuensi yang merugikan baik terhadap lingkungan maupun setiap bidang kehidupan manusia. Beberapa diantaranya adalah:
•       Menurunnya Hasil Pertanian
•       Terjadinya perubahan iklim.
•       Dampak perubahan iklim akibat pemanasan global terhadap ketahanan pangan.
•       Ancaman Produksi Pangan.


  • Menurunnya Hasil Pertanian


Salah satu Dampak Pemanasan global atau Global warming adalah terhadap Pertanian. Naiknya suhu permukaan bumi menyebabkan terjadinya kekacauan pola musim, khususnya di Indonesia. Di mana cuaca yang tidak menentu membuat para petani sulit dalam memperkirakan waktu untuk mengelola lahan dan memanen.
Ancaman bencana yang paling sering menghantui para petani adalah hidrometeorologi(banjir, kekeringan dan angin puting beliung). Hal ini akan memiliki dampak serius terhadap lingkungan, produktivitas pertanian dan ketahanan pangan nasional.


  • Perubahan Iklim


     Naiknya suhu permukaan bumi menyebabkan terjadinya kekacauan pola musim, Di mana cuaca yang tidak menentu membuat para petani sulit dalam memperkirakan waktu untuk mengelola lahan dan memanen.

       Akibat perubahan iklim (climate change) ini, memiliki fenomena musim hujan cenderung lebih pendek. Di sisi lain, musim kemarau yang lebih panjang telah meningkatkan berbagai ancaman bencana bagi sektor pertanian.
       Besarnya dampak perubahan iklim terhadap pertanian disatu sisi sangat bergantung pada tingkat dan laju perubahan iklim. serta sifat, kelenturan sumber daya dan sistem produksi pertanian di sisi lain.


Dampak perubahan iklim akibat pemanasan global terhadap ketahanan pangan

Kekeringan diwilayah pertanian yang mengakibatkan tanaman pertanian rusak
Banjir diwilayah pertanian akan merendam tanaman pertanian yang mengakibatkan gagal panen
Kerawanan pangan akan meningkat diwilayah yang rawan bencana kering dan banjir
Tanaman pangan dan hutan dapat mengalami serangan hama dan penyakit yang meningkat populasinya akibat perubahan iklim
Ancaman Produksi Pangan

Ancaman Produksi Pangan yang disebabkan Global warming mempengaruhi pola presipitasi, evaporasi, water run-off, kelembaban tanah dan variasi iklim yang sangat fluktuatif yang secara keseluruhan mengancam keberhasilan produksi pangan.

Solusi

Di wilayah-wilayah yang lebih kering, cuaca lebih panas, petani perlu mengganti jenis tanaman yang lebih toleran terhadap kekeringan. Sistem pengairan sawah tidak lagi dilakukan dengan penggenangan terus-menerus, tapi cukup macak-macak. Dari uji coba lapangan, cara ini ternyata lebih hemat air dan tidak menurunkan produksi.

Terobosan lain adalah memberi informasi cuaca kepada petani selama musim tanam di wilayah-wilayah pertanaman secara spesifik. Persoalannya tinggal memperbaiki informasi cuaca dan membuatnya komunikatif, terutama bagi petani, Bagaimana membuat petani tidak hanya bisa mengakses, tapi juga membaca cuaca dengan bahasa mereka. Dengan cara-cara ini petani bisa terhindar dari kerugian sekaligus menekan emisi metana

BAB 1 : Istilah-Istilah dalam Ilmu Lingkungan

BAB 1 : ISTILAH-ISTILAH DALAM ILMU LINGKUNGAN

Pada kesempatan kali ini saya akan menjelaskan mengenai istilah istilah dalam ilmu lingkungan :



Lingkungan Hidup adalah Kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan dan makhluk hidup , termasuk manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia dan makhluk hidup lain.

Pengertian Ilmu Lingkungan 
Ilmu Lingkungan adalah Ilmu yang mempelajari tentang Lingkungan Hidup yang merupakan perpaduan konsep dan asas berbagai ilmu, terutama EKOLOGI, yang bertujuan untuk mempelajari dan memecahkan masalah yg menyangkut hubungan antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Ilmu Lingkungan merupakan penjabaran Ekologi. Ekologi merupakan sebagai dasar Ilmu Lingkungan.

BEBERAPA ISTILAH DALAM ILMU LINGKUNGAN :

A. AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan)


Pengertian AMDAL adalah sebuah proses studi formal dimana diperuntukkan dalam mengukur dampak yang akan terjadi pada lingkungan ketika terjadi pembangunan proyek-proyek gedung ataupun pabrik, yang bertujuan untuk memberikan kepastian agar tidak terjadi masalah lingkungan saat pembangunan dalam proses ataupun telah selesai, sehingga dibutuhkan analisis pada tahap awalnya dengan melakukan perencanaan dan perancangan proyek untuk dijadikan pertimbangan dalam membuat keputusan.



Tujuan AMDAL
Alasan dibutuhkannya AMDAL pada saat pembangunan proyek diperuntukkan sebagai studi kelayakan pada tahap awal pembangunan agar tidak terjadi kerusakan lingkungan ketika pembangunan telah selesai. Adapun beberapa komponen AMDAL yaitu RKL (Rencana pengelolaan lingkungan), RPL (Rencana pemantauan lingkungan), KA (Kerangka Acuan), PIL (Penyajian informasi lingkungan).  Kemudian adapun tujuan Amdal yaitu untuk menjaga segala kemungkinan dampak yang akan terjadi pada saat terjadi pembangunan proyek, rencana usaha atau kegiatan, sebelum dan sesudah kegiatan.

Fungsi AMDAL :
  • Sebagai bahan perencanaan dalam pembangunan wilayah.
  • Sebagai langkah dalam membantuk proses dalam mengambil keputusan terhadap suatu kelayakan lingkungan hidup pada rencana usaha dan atau kegiatan.
  • Sebagai bahan saran dalam proses menyusun rencana untuk pengelolaan  dan memantau lingkungan hidup agar tetap lestari.
  • Sebagai sarana dalam memberikan informasi kepada masyarakat atas dampak yang akan terjadi atas rencana kegiatan yang akan dilakukan.
  • Sebagai usaha dalam merekomendasikan izin usaha.
  • Sebagai Scientific Document dan Legal Document.
  • Sebagai pemberi izin kelayakan lingkungan.

MANFAAT AMDAL :

1. Manfaat AMDAL kepada pemerintah
– Agar terhindar dari konflik dengan masyarakat jika terjadi pembangunan.
– Agar dapat menjaga pembangunan dan dapat menerapkan prinsip pembangunan yang berkelanjutan.
– Agar dapat membantu pemerintah dalam mengelola lingkungan hidup.

2. Manfaat AMDAL kepada Pemrakarsa – Agar dapat menjamin adanya kelansungan usaha
– Agar dapat dijadikan acuan dalam peminjaman kredit.
– Agar terjadi hubungan yang saling menguntungkan dengan masyarakat sekitar sebagai bukti ketaatan hukum.

3. Manfaat AMDAL kepada masyarakat.
– Agar dapat mengetahui dampak yang terjadi pada suatu kegiatan proyek.
– Agar dapat melakukan kontrol pada pembangunan proyek.
– Agar dapat terlibat dalam mengambil keputusan ijin pembangunan.

B. GREEN INDUSTRY


Green Industry atau Industri Hijau atau disebut juga Produksi bersih adalah strategi pengelolaan lingkungan yang berifat prefentive dan terpadu yang perlu diterapkan secara terus menerus pada proses produksi dan daur hidup produk dengan tujuan mengurangi resiko terhadap manusia dan lingkungan (UNEP, 2003).

Prinsip pokok dalam Green Industry antara lain:
  • Mengurangi atau meminimumkan penggunaan bahan baku dan energi serta menghindari penggunaan bahan baku yang berpotensi untuk menghasilkan limbah berbahaya.
  • Melakukan perubahan pada pola produksi dan konsumsi sesuai dengan daur hidup produk. 
  • Menerapkan pola manajemen meliputi pola pikir, sikap dan tingkah laku di tingkat industri maupun pemerintah.
  • Mengaplikasikan teknologi ramah lingkungan dan SOP sesuai aturan yang berlaku.
Polution Prevention

Pencegahan munculnya polusi sama halnya dengan minimasi limbah. Pencegahan kemunculan polusi tidak dapat dilakukan dengan serta merta namun dengan pengurangan yang bertahap. Proses pencegahan dilakukan terhadap proses produksi berupa efisiensi proses bukan pada penggunaan bahan baku seperti pada minimasi limbah. Penanganan limbah diharapkan tidak menyebabkan polusi, yaitu dengan prinsip ekologi yang dikenal istilah 4R :
  • Recycle (Pendaur-ulangan)
  • Reuse (Penggunaan Ulang)
  • Reduce
  • Repair
Waste Minimization

Minimalisasi limbah adalah upaya pengurangan limbah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir dan termasuk pengefisiensian dalam penggunaan bahan baku. 

Eco-efficiency

Eco-efficiency merupakan suatu proses produksi yang meminimumkan penggunaan bahan baku, air dan energi serta dampak lingkungan per unit produk.

C. ECO-PRODUCT


ECO PRODUCT adalah suatu barang yang dibuat dengan memperhatikan dampaknya baik terhadap manusia ataupun lingkungan secara jangka pendek maupun jangka panjang. Juga memperhatikan hal-hal lain seperti efesiensi penggunaan energi, lama pemakaian, lama penguraian dalam tanah dan juga dapat didaur ulang.

“ECO PRODUCT” PENYELAMAT MASA DEPAN BUMI KITA

Pada era sekarang ini, kesadaran akan kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh manusia tumbuh di kalangan masyarakat, pemerintah, dan juga kalangan pemilik industri khususnya. Atas dasar kesadaran inilah kalangan pemilik industri melakukan upaya menyediakan barang dan jasa yang ramah  terhadap lingkungan atau disebut dengan eco product.

Perusahaan appliance  terkemuka asal Jepang menyatakan bahwa eco-product  adalah produk yang memenuhi  8 penilaian yaitu: 
  1. Pengurangan berat produk
  2. Dapat didaur-ulang
  3. Durabilitas produk yang lama
  4. Mudah dibongkar-pasang
  5. Konservasi lingkungan
  6. Siklus energy dalam produk yang efisien 
  7. Keterbukaan informasi produk
  8. Bahan kemasan yang ramah lingkungan
Contoh ECO-Product

Lampu LED lebih hemat energi, memiliki daya tahan yang lama, cahaya lampu LED tidak panas, Cahaya lampu LED tidak mengandung Ultra Violet, lampu LED tidak mengandung mercury.

D. ISO 14001

Apa itu ISO 14001?
ISO 14001 adalah sebuah spesifikasi internasional untuk sistem manajemen lingkungan (SML) yang membantu perusahaan mengidentifikasi, memprioritaskan, dan mengatur risiko-risiko lingkungan sebagai bagian dari praktek bisnis normal. 


Siapa Pengguna ISO 14001?
ISO 14001 bisa diterapkan di seluruh organisasi tanpa memandang besaran dan lokasi geografis. 

Sertifikasi ISO 14001 memberikan sejumlah manfaat untuk perusahaan. 

1. Mengurangi biaya, karena ISO 14001 menuntut komitmen perbaikan terus menerus, maka penetapan obyektif dari perbaikan tersebut akan membantu mendorong penggunaan bahan mentah yang lebih efisien sehingga biaya bisa dikurangi. 

2. Mengatur kepatuhan terhadap hukum, sertifikasi ISO 14001 bisa membantu Anda dengan cara mengurangi upaya yang dibutuhkan untuk mengatur kepatuhan hukum dan dalam manajemen risiko-risiko lingkungan yang dilakukan oleh perusahaan Anda. 

3. Mengurangi duplikasi upaya; sistem manajemen Anda bisa digabungkan dengan persyaratan ini dan standar manajemen lainnya menjadi sebuah sistem bisnis tunggal yang bisa mengurangi duplikasi dan biaya. 

4. Mengelola reputasi Anda, sertifikasi ISO 14001 dapat membantu mengurangi risiko yang terkait dengan biaya atau merusak reputasi Anda yang berhubungan dengan pembersihan atau litigasi dan membangun citra publik Anda terhadap klien, badan pengawas dan pemangku kepentingan kunci.

5. Menjadi pemasok pilihan & menambah manfaat kompetitif; sertifikasi ISO 14001 memungkinkan Anda untuk bekerja dengan perusahaan yang menggarisbawahi dan mengutamakan perusahaan yang ramah lingkungan. 

6. Kemudahan berintegrasi; ISO 14001 berbasis sistem manajemen - standar ini didukung oleh siklus 'Plan Do Check Act' sama dengan standar sistem manajemen lain yang bisa digabungkan dengan ISO 9001 (mutu), OHSAS 18001 (Kesehatan dan Keselamatan) dan standar berbasis sistem manajemen lainnya.