Rabu, 30 Desember 2015

Tugas 1 : Artikel - Pengelolaan Dampak Industri

Tugas 1 : Artikel

Pengelolaan Dampak Industri



Pada dunia perindustrian, pasti terjadi dampak – dampak yang mempengaruhi lingkungannya. Baik itu berupa limbah hasil industri, maupun kerusakan alam akibat pelaksanaan industri. Hal terbaik yang dilakukan agar mengurangi dampak dampak pada lingkungan adalah dengan mengelola kembali dampak industri tersebut.

Pertama yaitu pada industri pabrik, akan terjadi dampak Industri seperti adanya limbah hasil industri. Untuk mengurangi limbah pabrik Industri dan terjadinya pencemaran pada lingkungan. Limbah tersebut sebaiknya dikelola dan jika masih terdapat energi, limbah tersebut dapat digunakan kembali. Energi tersebut dipakai untuk mengurangi ketergantungan kita pada penggunaan bahan bakar minyak yang tidak dapat terbarukan. Energi yang dapat terbarukan ini disebut biomassa.

Gambar 2. Biomassa

Briket Bioarang misalnya, Briket adalah sebuah blok bahan yang dapat digunakan sebagai bahan bakar untuk memulai atau mempertahankan nyala api. Sedangkan bioarang adalah arang yang diperoleh dengan membakar tanpa udara (pirolisa) atau dengan udara yang sedikit. Bioarang ini terbentuk dari biomassa seperti dedaunan, rerantingan, gulma, dan abu ketel. Jadi briket bioarang ini dapat digunakan kembali sebagai bahan bakar biomassa pengganti BBM.

Gambar 2. Briket Bioarang

Pada penelitian atau Jurnal oleh Samsudin Raharjo, seorang Dosen S1 Teknik Mesin UNIMUS, yang berjudul “Pembuatan Briket Bioarang Dari Limbah Abu Ketel, Jarak, dan Gliserin” pada Tahun 2013. Limbah Abu Ketel adalah limbah yang dihasilkan melalui pembakaran ampas tebu pada industri pabrik gula, sisa limbah abu ketel ini berupa partikel partikel debu yang sangat banyak sekali dikhawatirkan akan berpengaruh membawa dampak negative bagi warga masyarakat sekitar (Samsudi Raharjo, 2013).

Gambar 3. Abu Ketel yang akan dijadikan Briket Bioarang

Pada penelitian ini contoh pengelolaan dampak industri terjadi, abu ketel yang berupa limbah yang berbahaya bagi masyarakat dapat dipakai kembali sebagai bahan pembuatan briket bioarang, abu ketel ini dicampur dengan jarak pagar atau gliserin dengan kadar tertentu agar dapat menjadi sebuah briket bioarang yaitu bahan bakar biomassa untuk menggantikan bahan bakar minyak.

Kedua yaitu kerusakan alam akibat pelaksanaan Industri. Manusia tidak dapat dipisahkan dari lingkungannya, baik lingkungan alam maupun lingkungan social. Jika pada suatu lingkungan terdapat aktifitas industri maka aktifitas tersebut akan mengakibatkan kerusakan alam disekitarnya dan akan berdampak juga kepada masyarakat disekitarnya. Maka sangat diperlukan agar dampak industri tersebut dikelola dengan baik dengan sedemikian rupa untuk menjadikan lingkungan disekitarnya baik kembali.

Contoh kerusakan alam akibat pelaksanaan Industri adalah Penambangan Batu Kapur. Batu kapur merupakan salah satu jenis bahan galian golongan C yang banyak digunakan dalam proses industri maupun bangunan (I Gede Algunadi). Penambangan batu kapur membawa dampak positif yaitu penduduk sekitar dapat mengurangi pemanfaatan pasir sehingga tidak terjadi abrasi lebih lanjut dan batu kapur ini dijadikan penduduk sebagai batako dan melapisi dinding.

Gambar 4. Kerusakan Alam Akibat Penambangan Batu Kapur

Penambangan ini, jika tidak dikelola dengan baik maka terjadi dampak negative. Contohnya, terbentuknya lereng – lereng terjal yang sangat membahayakan, polusi udara, banyak lahan terbuka dan tanah yang menjadi berdebu dan berpasir. Penambangan tersebut juga dapat menghilangkan vegetasi dan mengupas tanah agar membuka deposit batu kapur.

Solusi yang dapat diberikan dengan mengelola kembali dampak industri tersebut adalah dengan memperbaiki kerusakan lingkungan abiotic yang ditimbulkan. Dengan cara reklamasi yaitu penimbunan bekas tambang,  dan perbaikan kembali kondisi lapisan atas tanah agar tidak tererosi, misalnya dengan penanaman tumbuhan kembali.

Dari kedua contoh dampak industri diatas sudah dipastikan terdapat cara untuk memperbaiki dampak dampak tersebut dengan mengelolanya sedemikian rupa agar menghasilkan dampak yang baik. Maka dari itu marilah kita sebagai penduduk bumi untuk mengelola hasil dampak industri yang terjadi di sekitar kita dengan baik dan memberikan pengaruh yang baik pula terhadap lingkungan alam sekitar.


Author :
Muhammad Fawwaz Putro Utomo



Daftar Pustaka

Algunadi, I Gede. Analisis Dampak Penambangan Batu Kapur Terhadap Lingkungan di Kecamatan Nusa Penida. Undiksha Singaraja. http://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/JJPG/article/view/1226
Raharjo, Samsudi. 2013. Pembuatan Briket Bioarang Dari Limbah Abu Ketel, Jarak, dan Gliserin. http://jurnal.unimus.ac.id/index.php/jtm/article/view/758



Tidak ada komentar:

Posting Komentar