Tugas 1 : Artikel
Pengelolaan Dampak Industri
Pada dunia perindustrian, pasti terjadi dampak – dampak yang
mempengaruhi lingkungannya. Baik itu berupa limbah hasil industri, maupun
kerusakan alam akibat pelaksanaan industri. Hal terbaik yang dilakukan agar
mengurangi dampak dampak pada lingkungan adalah dengan mengelola kembali dampak
industri tersebut.
Pertama yaitu pada industri pabrik, akan terjadi dampak
Industri seperti adanya limbah hasil industri. Untuk mengurangi limbah pabrik
Industri dan terjadinya pencemaran pada lingkungan. Limbah tersebut sebaiknya
dikelola dan jika masih terdapat energi, limbah tersebut dapat digunakan
kembali. Energi tersebut dipakai untuk mengurangi ketergantungan kita pada
penggunaan bahan bakar minyak yang tidak dapat terbarukan. Energi yang dapat
terbarukan ini disebut biomassa.
Gambar 2. Biomassa
Briket Bioarang misalnya, Briket adalah sebuah blok bahan
yang dapat digunakan sebagai bahan bakar untuk memulai atau mempertahankan
nyala api. Sedangkan bioarang adalah arang yang diperoleh dengan membakar tanpa
udara (pirolisa) atau dengan udara yang sedikit. Bioarang ini terbentuk dari
biomassa seperti dedaunan, rerantingan, gulma, dan abu ketel. Jadi briket bioarang
ini dapat digunakan kembali sebagai bahan bakar biomassa pengganti BBM.
Gambar 2. Briket Bioarang
Pada penelitian atau Jurnal oleh Samsudin Raharjo, seorang
Dosen S1 Teknik Mesin UNIMUS, yang berjudul “Pembuatan Briket Bioarang Dari
Limbah Abu Ketel, Jarak, dan Gliserin” pada Tahun 2013. Limbah Abu Ketel adalah
limbah yang dihasilkan melalui pembakaran ampas tebu pada industri pabrik gula,
sisa limbah abu ketel ini berupa partikel partikel debu yang sangat banyak sekali
dikhawatirkan akan berpengaruh membawa dampak negative bagi warga masyarakat
sekitar (Samsudi Raharjo, 2013).

Gambar 3. Abu Ketel yang akan dijadikan Briket Bioarang
Pada penelitian ini contoh pengelolaan dampak industri
terjadi, abu ketel yang berupa limbah yang berbahaya bagi masyarakat dapat
dipakai kembali sebagai bahan pembuatan briket bioarang, abu ketel ini dicampur
dengan jarak pagar atau gliserin dengan kadar tertentu agar dapat menjadi
sebuah briket bioarang yaitu bahan bakar biomassa untuk menggantikan bahan
bakar minyak.
Kedua yaitu kerusakan alam akibat pelaksanaan Industri. Manusia
tidak dapat dipisahkan dari lingkungannya, baik lingkungan alam maupun
lingkungan social. Jika pada suatu lingkungan terdapat aktifitas industri maka
aktifitas tersebut akan mengakibatkan kerusakan alam disekitarnya dan akan
berdampak juga kepada masyarakat disekitarnya. Maka sangat diperlukan agar
dampak industri tersebut dikelola dengan baik dengan sedemikian rupa untuk
menjadikan lingkungan disekitarnya baik kembali.
Contoh kerusakan alam akibat pelaksanaan Industri adalah Penambangan
Batu Kapur. Batu kapur merupakan salah satu jenis bahan galian golongan C yang
banyak digunakan dalam proses industri maupun bangunan (I Gede Algunadi). Penambangan batu kapur membawa dampak positif
yaitu penduduk sekitar dapat mengurangi pemanfaatan pasir sehingga tidak terjadi
abrasi lebih lanjut dan batu kapur ini dijadikan penduduk sebagai batako dan
melapisi dinding.
Gambar 4. Kerusakan Alam Akibat Penambangan Batu Kapur
Penambangan ini, jika tidak dikelola dengan baik maka
terjadi dampak negative. Contohnya, terbentuknya lereng – lereng terjal yang
sangat membahayakan, polusi udara, banyak lahan terbuka dan tanah yang menjadi
berdebu dan berpasir. Penambangan tersebut juga dapat menghilangkan vegetasi
dan mengupas tanah agar membuka deposit batu kapur.
Solusi yang dapat diberikan dengan mengelola kembali dampak
industri tersebut adalah dengan memperbaiki kerusakan lingkungan abiotic yang
ditimbulkan. Dengan cara reklamasi yaitu penimbunan bekas tambang, dan perbaikan kembali kondisi lapisan atas
tanah agar tidak tererosi, misalnya dengan penanaman tumbuhan kembali.
Dari kedua contoh dampak industri diatas sudah dipastikan terdapat
cara untuk memperbaiki dampak dampak tersebut dengan mengelolanya sedemikian
rupa agar menghasilkan dampak yang baik. Maka dari itu marilah kita sebagai penduduk bumi untuk mengelola hasil dampak industri yang terjadi di sekitar kita dengan baik dan memberikan pengaruh yang baik pula terhadap lingkungan alam sekitar.
Author :
Muhammad Fawwaz Putro Utomo
Author :
Muhammad Fawwaz Putro Utomo
Daftar Pustaka
Algunadi, I Gede. Analisis Dampak Penambangan Batu Kapur
Terhadap Lingkungan di Kecamatan Nusa Penida. Undiksha Singaraja. http://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/JJPG/article/view/1226
Raharjo, Samsudi. 2013. Pembuatan Briket Bioarang Dari
Limbah Abu Ketel, Jarak, dan Gliserin. http://jurnal.unimus.ac.id/index.php/jtm/article/view/758
Tidak ada komentar:
Posting Komentar