Kamis, 31 Desember 2015

Tugas 2 : Ringkasan Jurnal

Tugas 2 : Ringkasan Jurnal

Penilaian Daur Hidup (Life Cycle Assessment) Botol PET (Polyethylena Terephalate) Pada Produk Minuman

Penulis                 : Mohamad Yani, Endang Warsiki, dan Noviana Wulandari
Tanggal Terbit     : Agustus 2013

Latar Belakang :
Pemakaian pada kemasan PET (Polyethylena Terephalate) pada produk – produk minuman semakin meningkat dan mengurangi pemakaian kemasan botol kaca, maka dibutuhkan suatu riset untuk mempelajari Life Cycle Assesment (Penilaian Daur Hidup) pada kemasan PET. Daur hidup pada kemasan botol PET di Indonesia sangat belum sempurna. Riset pada jurnal ini mengambil sasaran pada suatu  produk minuman teh yang biasanya hanya menggunakan kemasan botol gelas dan botol kaca sekarang sudah memakai kemasan PET. Data yang digunakan pada penelitian ini meliputi; 1) proses produksi dan daur ulang botol, 2) kebutuhan bahan baku dan energi, 3) pencemaran udara, 4) pencemaran air, dan 5) kebutuhan biaya. Pengolahan data LCA yang dilakukan penulis jurnal mengacu pada ISO 14040 dan analisis dampak lingkungan (AMDAL).

Hasil dan Pembahasan :
Pada Life Cycle Assessment (LCA) atau Penilaian Daur Hidup terdapat riset mengenai proses produksi, bahan bahan, dampak pada lingkungan, dan analisis biaya. Siklus hidup proses produksi kemasan botol PET di Indonesia terdiri atas tiga kelompok yaitu ; produsen kemasan botol PET, pabrik pengguna kemasan (perusahan minuman teh), jaringan daur-ulang kemasan botol PET untuk bahan baku industri plastik lain karena produsen kemasan botol PET ternyata tidak membutuhkan lagi kemasan PET yang telah terpakai. Pada penjelasan jurnal ini ternyata ketiga kelompok tersebut bersifat searah dan belum menjadi siklus yang utuh  atau tidak melingkar (un-cycle), kemasan PET yang telah terpakai tidak di daur ulang kembali menjadi kemasan PET, melainkan menjadi kemasan plastik lain. Berdasarkan analisis inventori atau bahan siklus hidup PET, dalam pembuatan botol PET untuk minuman teh 600mL, diperlukan resin PET adalah 28g/botol, dan energi untuk proses produksi dan transportasi. Produksi kemasan PET menghasilkan produk cacat. Proses daur-ulang limbah PET menjadi serpihan dengan harga jual yang cukup tinggi dibandingkan gelas. Serpihan ini belum didaur-ulang menjadi bahan pencampur produksi kemasan botol PET, tetapi dimanfaatkan untuk produk plastik atau dibakar sebagai bahan bakar. Analsis dampak lingkungan dari siklus produksi kemasan PET menghasilkan cemaran udara, kebisingan dan air limbah yang masih baik. Secara umum, sebenarnya kegiatan tersebut berdampak negatif, tetapi tidak membahayakan lingkungan. Kegiatan siklus kemasan PET berpotensi menimbulkan pemanasan global, penipisan lapisan ozon, dan hujan asam. Analisis biaya produksi berkaitan dengan penggunaan jumlah bahan baku dan energi, sehingga menentuan harga jual produk. Harga jual kemasan botol PET adalah setengah dari harga jual botol gelas, sedangkan harga jual limbah serpihan PET tiga kali lebih tinggi dari pada pecahan gelas. Kemasan PET lebih praktis, murah dan hemat tetapi sulit didaur-ulang, sehingga kurang ramah lingkungan.

Peluang Penelitian Selanjutnya :
Data LCA ini masih merupakan data kualitatif, khususnya analisis dampak lingkungan. Kajian analisis dampak lingkungan fisik, kimia, biologi dan sosial-ekonomi perlu dilakukan untuk melihat lebih jauh dampak lingkungan dari LCA kemasan botol PET.

Link Jurnal :
http://ojs.unud.ac.id/index.php/blje/article/view/6647/5080





Tidak ada komentar:

Posting Komentar